Sunday, October 14, 2012

kinanti


KINANTI (Pesan di Akhir Jaman / Jaman Kegelapan / Kaliyuga)

oleh sang maha guru abah uci( LQ Hendrawan ) pada 9 Oktober 2012 pukul 9:58 ·



Sampurasun.
Mungkin anda yg tinggal di Jawa Barat pernah mendengar istilah pupuh "KINANTI" yang berisi pesan sebagai berikut :

  BUDAK LEUTIK BISA NGAPUNG -- (anak kecil yg dapat terbang)
  BABAKU NGAPUNGNA PEUTING -- (terbang digelapnya malam)
  TI PEUTING KAKALAYANGAN -- (terbang melayang-layang menjelajahi kegelapan malam)
  NEANGAN NU AMIS-AMIS -- (mencari segala yang manis-manis)
  SARUPA NING BUBUAHAN -- (seperti halnya buah-buahan)
  NAON BAE NU KAPANGGIH -- (apa pun yang dapat ditemukan)

KINANTI berasal dari dua (2) kata, yaitu :
- KIN / engkin / engke = kelak / suatu saat
- ANTI =  tunggu (*dianti-anti = ditunggu-tunggu)
Maka, KINANTI arti sebenarnya adalah "SUATU SAAT YANG DITUNGGU-TUNGGU" atau "SUATU SAAT YANG DINANTIKAN"

Sering kali Kinanti ini dijawab hanya sebagai KELELAWAR (kalong) saja karena pupuh tersebut diakhiri dengan pertanyaan. Tidak banyak yang mampu menjawab / menguraikan makna sesungguhnya yang lebih mendalam... Oleh masyarakat Jawa Barat (*pun oleh para seniman Karawitan) pupuh Kinanti tidak pernah dianggap sebagai AJARAN / WEJANGAN dari para leluhur,... mungkin...karena lebih sering dilantunkan oleh anak-anak kecil di Jawa Barat... atau karena memang mereka tidak memahaminya (?).... oleh sebab itu, mari kita gali bersama  :)

1. BUDAK LEUTIK BISA NGAPUNG BABAKU NGAPUNGNA PEUTING
Ini adalah silib-siloka tentang generasi terakhir yang telah 'kehilangan penglihatan' (kehilangan jejak). Dengan pengetahuannya yang kecil / sempit / terbatas ia menjelajahi jaman yang sudah tidak bercahaya / gelap.
Malam hari merupakan siloka dari Kaliyuga / abad kegelapan, dimana kehidupan sudah mendekati saatnya kehancuran.

2. TI PEUTING KAKALAYANGAN NEANGAN NU AMIS-AMIS
Ia terbang mencari bukti-bukti kebaikan / ajaran-ajaran peninggalan para leluhurnya dari pohon kehidupan / pohon ruang dan waktu (KALA-PA-TARU).
Dalam kebutaannya di Jaman Hitam (*sudah buta - gelap pula :)  ia hanya mengandalkan 'penciuman' naluri (*radar / kreteg / kata-hati / rasa) untuk kembali mendapatkan "keindahan ajaran, buah karya para leluhurnya".

3. SARUPA NING BUBUAHAN NAON BAE NU KAPANGGIH
Di Jaman Kegelapan apalagi sudah dalam keadaan buta, secara naluriah ia mencoba mendapatkan PHALA / buah (*dharma phala = buah kebaikan, karma phala = buah perilaku)... dari jenis phala / buah-buah apapun yang ada yang masih tersisa akan diambilnya.

Pupuh Kinanti merupakan sebuah pesan berupa sandi-sandi akhir jaman atau jaman kegelapan (Kaliyuga) yang diungkapkan dengan istilah "malam hari" yaitu perlambang waktu berkuasanya Sang Hyang Wisnu.... dan anak kecil ('batman') itu adalah "kita" yang hidup saat ini yang giat menggali dan mencari jejak AJARAN yang diwariskan oleh para Leluhur Agung negeri ini.

Semoga para 'Batman' yang berhasil mendapatkan 'manisnya buah warisan para leluhur' dapat hidup selamat dan berbahagia.... Ahuuung...!

Tabe Pun _/|\_
Rahayu Sagung Dumadi

1 comment:

  1. Simbol itu ada dimana, segitiga dengan gambaran manusia bersayap

    ReplyDelete