Thursday, December 27, 2012

MENGAPA SELALU SUDUT SEGITIGA KOTAK BENTUK LINGKARAN dan (ex) X, YG SELALU DI AJARKAN PERTAMA KEPADA GENERASI MUDA

" mengapa oh mengapa ini sebuah permainan "

mengapa ya selalu pola bentuk segitiga kotak lingkatan dan (ex) X , yang selalu pertama di kenalkan atau di ajarkan pertama pada generasi yg masih muda mengapa tidak oval dulu atau layang" dulu yg di ajarkan kan lebih keren  heheheheh :) 

         mungikin kita pernah mendengar nama ilmuan pendidikan Friedrich Wilhelm August Fröbel

Friedrich Wilhelm August Fröbel
  yg lahir di jerman pada tahun 21 april 1782 di german kono katanya dia adalah salah satu tokoh pendidikan yang karya dan pemikirannya masih dijadikan acuan bagi dunia pendidikan modern hingga saat ini. weleh" hebat juga ya si frobel ini heheheh :) , eeiittsss tapi kita juga harus bangga loh ternyata si frobel ini konon katanya belajar dari orang2  JAHWI - YAHWE - JEWS - JAWA 
pulau nandi :)
       ko bisa ya kenapa engga belajar ke orang berazil atau ke orang arab aja hehehe, oke kita perdalam pengetahuan  bentuk kotak  yg ada di pikiran saya saat ini ternyata bentuk kotak ini  pengertian dari empat unsur ( air, api, tanah dan udara ) ternyata ke empat unsur ini ada di tubuh kita wah ko bisa ya heheheh , oke kita buktikan yg pertama air = tubuh kita ternyata 70 % nya adalah air,  dan yg kedua api =    Asal Panas Pada Tubuh Manusia
Tubuh manusia merupakan organ yang mampu menghasilkan panas secara mandiri dan tidak tergantung pada suhulingkungan.
Adapun suhu tubuh dihasilkan dari :
 1. Laju metabolisme basal (
basal metabolisme rate
, BMR) di semua sel tubuh.2. Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil).3. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain, misalnya hormonpertumbuhan (
growth hormone
dan testosteron).4. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine, norepineprine, dan rangsangan simpatis pada sel.5. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperaturmenurun.Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh, dikenal suhu inti (
core temperatur
), yaitu suhu yang terdapat pada jaringandalam, seperti kranial, toraks, rongga abdomen, dan rongga pelvis. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan(sekitar 37°C). selain itu, ada suhu permukaan (
surface temperatur
), yaitu suhu yang terdapat pada kulit, jaringan subkutan, dan lemak. Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C. , oke kita lanjut ke tanah =   diketahui bahwa unsur-unsur asli yang terdapat dalam diri manusia,hewan,dan tumbuh-tumbuhan sama dengan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah yaitu Oksigen(O),Kalium(K),Natrium(Na),Yodium(J),AsamArang(CO2),Air(H2O),Hidrogen
(H),Zat belerang(S),Zat Arang(C),dan zat-zat lainnya yang berfungsi sebagai pelengkap.
dan udara = sudah jelas dong udara adalah sumber kebutuhan paling utama pada semua makluk hidup agar tetap hidup heheheh nah sekarang saya mau bertanya kalian sedang bernafas atau tidak sekarang heheheh.

oke kita lanjut ke bentuk yg ke dua yaitu segitiga mengapa ya segitiga berbentuk seperti gunung atau seperti piramida apa bila di lihat dari depan, yg ada di mesir ternyata oh ternyata konon katanya orang mesir kuno ini belajar ke sebuah pulau yg ada di timur jauh sana (nusantara ), dan relif orang seperti orang mesir ini tertera pada candi cetoh yg ada di Desa Gumeng, Kecamatan Ngargoyoso
Karanganyar, Jawa Tengah,  Pada relief di bawah terlihat ada tiga orang yang bukan berpakaian ala kerajaan kita, posis mereka menyembah dan duduk di bawah, sepintas dari cara berpakaiannya mirip orang Mesir.
,Siapakah mereka dan sedang apa disana? Setelah dicermati dengan lebih jeli, relief tersebut diperkirakan adalah gambaran dari tiga orang wanita. Perkiraan tentang mereka adalah karena wanita dalam relief tersebut tidak berjanggut.Kalau dianggap wanita Jepang ataupun Korea ada ketidaksamaan yang terletak di model tutup rambut dan apabila dikatakan mirip sorban dari India, maka biasanya yang menggunakan adalah laki-laki yang selalu digambarkan berjenggot.
, ada kemungkinan mereka kesini untuk belajar heheheh dan piramida itu adalah lambang untuk menghormati bangsa kita karena di sana engga ada gunung dan di buat lah piramida :)

dan ketiga kita teruskan pada bentuk bulat heheh , ada kemungkinan bentuk bulat ini adalah perlambangan dari mata - hari / ra heheheh sedangkan mata hari adalah lambang dari batara guru / ra / zeus / dll  maaf hanya sedikit tentang bulat karena kan akang" atau teteh" juga  tau mungkin heheheh :)

lanjut ke yg terakhir yaitu ex (X) heheheh apabila kita lihat bentuk X ini seperti cakra suastika /cross  yg melambangkan 4 arah dan bentuk cakra suastika ini  di jadikan perlambangan bendera inggris waduh hebat juga ya leluhur kita sampai segitunya berpikirnya berarti leluhur kita itu engga sebodoh yg orang bila ayo bangkit anak bangsa kita bangkitkan kembali jadi diri bangsa ini yg telah lama pudar, tabe pun tahayu sapapanjangna _/l\_

( ini hanya penemuan saya saja apabila mau di sanggah atau di tolak silahkan  :) )

Thursday, December 13, 2012

TEMPAT PERIBADATAN MANUSIA SUNDA


TEMPAT PERIBADATAN MANUSIA SUNDA

oleh LQ Hendrawan pada 10 Oktober 2012 pukul 11:58 ·


Sampurasun

Setiap agama menganjurkan (mengajarkan) umatnya untuk senantiasa beribadat / beribadah kepada Tuhan dan itu sebabnya masing-masing agama membangun tempat peribadatan / tempat ibadah sebaik, sebagus dan seindah mungkin. Maka pada sebagian agama ada yang menyebut "tempat ibadat" sebagai "Rumah Tuhan".

Ungkapan di atas senyatanya mengingatkan kita kepada pola keagamaan Mesir Kuno, Yunani,  Sparta, Athena, dan Timur-Tengah lainnya dsb. Mereka membangun gedung-gedung / bangunan khusus untuk berkumpul dan memuja kepada para 'dewa' yang dipertuhannya, maka tidak heran jika setiap dewa memiliki 'rumah' Nya sendiri....... Tentu, (*saya yakin) semua agama menitahkan yang terbaik bagi kehidupan manusia di planet Bumi.

Perbedaan konsep "Rumah Tuhan" (tempat ibadat / ibadah) jaman dahulu dan jaman sekarang hanyalah pada persoalan; "ada" dan "tidak ada" nya sosok / bentuk personifikasi yang dipertuhan (patung / arca), sedangkan pola tatanan "imam / pemimpin" dan "umat / pengikut" pada dasarnya sama saja, hanya sebutan atau istilahnya yang berlainan pada setiap agama.... bahkan secara tidak langsung, para pemuka agama / imam / pendeta dsb. itu 'seolah-olah' menjadi wakil Tuhan dalam menyampaikan "perintah-Nya"... itu sebab mereka sering mengatakan "Tuhan berkata..."  (*ya, secara umum begitulah adanya).

Arti kata IBADAT atau IBADAH adalah PENGABDIAN (peng-ABDI-an) atau mengabdikan diri kepada Yang Maha Agung / Yang Maha Besar / Yang Maha Kuasa. Maka sebagai "abdi" atau "yang menyerahkan diri", seseorang harus BEKERJA KERAS atas perintah Yang Maha Kuasa, dalam arti : Mengikuti kehendak atau petunjuk dari Yang diper-Tuhan-nya.

Maka, atas dasar "perintah" itulah berbagai umat beragama melakukan "sembah-sujud" sebagai bentuk ungkapan MERENDAHKAN DIRI DI HADAPAN YANG MAHA KUASA......................... lalu... setelah itu apa...??? ...mana dan bagaimana BENTUK NYATA peng-ABDI-an manusia kepada-Nya...??? Pada tingkat pertanyaan ini, tidak banyak kaum agamawan yang mampu menjabarkan dan membuktikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana cara meng-ABDI-kan diri kepada Yang Maha Kuasa...? (*sebab "mengabdi" itu sama sekali berbeda dengan "sembah-sujud"... :) 

Sekarang, mari kita lihat ajaran para leluhur bangsa Indonesia mengenai konsep "Rumah Ibadat / Ibadah" terutama yang ada dalam Pikukuh Sunda.

Pengertian "Rumah" dalam pikukuh Sunda dimaknai sebagai BUMI dan terdiri dari dua (2) jenis, yaitu BUMI AGEUNG (Agung / Raya) dan BUMI ALIT (*Rumah Besar dan Rumah Kecil). Seperti halnya "Ibu / Indung" di dalam kehidupan masyarakat Indonesia mengandung dua (2) arti : yaitu Ibu Kandung biologis (manusia) dan Ibu Agung atau Ibu Bumi / Ibu Pertiwi.

Bumi Ageung adalah Planet Bumi tempat tinggal dan lahirnya segala kehidupan (manusia, satwa, tumbuhan, dll) sedangkan Bumi Alit adalah diri manusia itu sendiri / raga-tubuh manusia. Kedua Bumi ini "ada" untuk saling meng-ABDI-kan diri atas kehendak Yang Maha Kuasa, maka keduanya saling memberi dan menerima, saling menjaga dan mengasihi.

Bumi Ageung meng-abdi / mengemban tugas sebagai pemberi kehidupan kepada segala yang ada dipermukaan planet Bumi, sedangkan Bumi Alit (manusia) meng-abdi (mengemban tugas) sebagai pengelola kehidupan. Kerja-sama antar keduanya harus berjalan selaras untuk kelangsungan hidup antar generasi (turun-temurun)... dan bukan hanya bagi yang hidup saat ini (*TIDAK BOLEH EGOIS...!!!)

Bumi Ageung menyalurkan kehidupan melalui :
1. GUNUNG-GUNUNG --- > memproduksi material inti bagi kehidupan manusia, satwa, dan tumbuhan.
2. HUTAN ---> mengolah dan menyimpan material inti bagi kehidupan manusia, satwa, dan tumbuhan.
3. SUNGAI ---> menyalurkan material inti bagi kehidupan manusia, satwa, dan tumbuhan.
Ketiga wilayah ini merupakan wilayah LARANGAN (*larang = suci) atau para penempuh Pikukuh Sunda sering menyebutnya sebagai BUMI SUCI ALAM PADANG sebab menjadi sumber kehidupan bagi manusia, satwa, tumbuhan... singkatnya, sebut saja sebagai TANAH SUCI atau Tanah Larangan.

Bagi penganut Pikukuh Sunda; GUNUNG-HUTAN-dan SUNGAI itu merupakan BUMI SUCI atau RUMAH SUCI tempat meng-ABDI-kan diri atau sering disebut sebagai "rumah ibadat / ibadah" kepada Yang Maha Kuasa, yaitu dengan cara :
1. Menjaga (melestarikan)
2. Merawat (menata)
3. Mempergunakan (memanfaatkan)

Maka, sisapapun yang MERUSAK salah-satunya adalah sama dengan merusak rumah ibadat Manusia Sunda. Dengan demikian ciri-ciri keberadaan Manusia Sunda ditandai dengan :
1. Gunung-gunung teguh pada tempatnya.
2. Hutan-hutan hijau dan lestari.
3. Sungai-sungai jernih dan terawat.

SESUNGGUHNYA DAN SENYATANYA, BAHWA GUNUNG-HUTAN-SUNGAI ITU ADALAH HASIL DAYA CIPTA YANG MAHA KUASA... DAN SAMA SEKALI BUKAN HASIL DAYA CIPTA MANUSIA.... Siapa manusia yang dapat membuat gunung - hutan beserta sungainya...??? .... adakah rumah ibadah yang lebih indah dari daya cipta Yang Maha Kuasa...??? (*kalau ada pasti sudah saya sembah :)

Maka tidak boleh ada manusia yang merusak dan menghancurkan ketiga sumber kehidupan untuk kepentingan apapun (termasuk untuk pembangunan rumah ibadat :)... *patut dipahami bahwa yang ingin hidup itu bukan hanya manusia saja, termasuk satwa - tumbuhan - batuan - tanah - air - udara - dll... pun Planet Bumi itu sendiri.

Maka dari itu Pikukuh Sunda mengajarkan DHARMA BAKTI (*berbuat kebaikan) kepada segala mahluk yang ada di Planet Bumi, tanpa memandang ras, suku, golongan apappun baik itu manusia, binatang, tumbuhan, siluman, jurig serta semesta kehidupan lainnya, sebab Manusia Sunda meyakini bahwa segalanya adalah HASIL DAYA CIPTA YANG MAHA KERSA... maka dengan segala hormat harus apa adanya dan begitu adanya... tidak boleh dilebih-lebihkan dan tidak boleh dikurangi...


Tabe Pun
_/|\_
Mugia Rahayu Sagung Dumadi di Bumi Suci Alam Padang